Jakarta, SobatPangan.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali mengenang perjuangan para pendiri bangsa sekaligus merefleksikan cita-cita kemerdekaan dalam kehidupan Indonesia hari ini.
Kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan tidak berhenti pada terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan. Kemerdekaan juga membawa cita-cita tentang masyarakat yang berdaulat, mandiri, dan mampu menentukan masa depannya sendiri, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Salah satu tokoh yang pemikirannya relevan untuk direfleksikan adalah Mohammad Hatta. Proklamator Kemerdekaan RI sekaligus Bapak Koperasi Indonesia tersebut memiliki perhatian besar terhadap pembangunan ekonomi rakyat. Gagasannya menempatkan kekuatan masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun perekonomian nasional.
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mencatat Mohammad Hatta sebagai pelopor koperasi Indonesia. Gagasan koperasi yang dikembangkan Hatta berangkat dari semangat kebersamaan dan kekeluargaan dalam membangun ekonomi rakyat.
“Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong.”
Gagasan tersebut menjadi relevan ketika Indonesia hari ini menghadapi tantangan ketahanan pangan. Pangan bukan hanya persoalan produksi beras atau komoditas pertanian, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani, akses masyarakat terhadap pangan, distribusi, harga, teknologi, hingga keberlanjutan sumber daya alam.
Dalam semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI, perjuangan membangun ketahanan pangan dapat dipandang sebagai bagian dari meneruskan cita-cita kemandirian bangsa. Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka generasi hari ini menghadapi tantangan untuk mengisi kemerdekaan dengan membangun bangsa yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan.
Petani menjadi salah satu bagian penting dari perjuangan tersebut. Mereka bukan sekadar produsen bahan pangan, melainkan bagian dari kekuatan strategis bangsa. Karena itu, peningkatan produksi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani, penguatan kelembagaan, akses pasar, pembiayaan, teknologi, serta regenerasi petani.
Refleksi 81 tahun Indonesia merdeka pada akhirnya membawa kita pada sebuah pertanyaan: sejauh mana kemerdekaan telah memberikan kemampuan kepada bangsa untuk memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri?
Ketahanan pangan menjadi salah satu jawabannya.
Semangat Bung Hatta tentang ekonomi rakyat dan gotong royong dapat menjadi inspirasi bahwa pembangunan tidak boleh meninggalkan masyarakat. Kemandirian pangan pun tidak hanya membutuhkan kebijakan pemerintah, tetapi juga kolaborasi petani, masyarakat, dunia usaha, koperasi, akademisi, dan generasi muda.
81 tahun Indonesia merdeka bukan sekadar angka. Ini adalah momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan sekaligus melanjutkan cita-cita mereka: membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri, sejahtera, dan mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.
Dalam konteks pangan, perjuangan itu dapat dimulai dari satu hal sederhana: menghargai pangan, memperkuat petani, dan membangun kemandirian pangan Indonesia. (Mad)
Penulis A. Agil S, Pemimpin Redaksi sobatpangan.id















