MAGELANG-SobatPangan.id– Di tengah upaya mendorong penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) GIAT 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) menghadirkan inovasi pengolahan Talas Pratama 2 menjadi tepung sebagai langkah hilirisasi komoditas unggulan Desa Banyuwangi, Kabupaten Magelang.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada pengolahan hasil pertanian, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan mengenai perencanaan bisnis hingga penghitungan usaha sederhana agar mampu mengembangkan produk bernilai tambah secara mandiri.
Kepala Desa Banyuwangi, H. Asnawi, mengatakan Talas Pratama 2 merupakan varietas unggulan hasil persilangan yang dikembangkan Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan varietas talas asal Thailand. Menurutnya, komoditas tersebut memiliki prospek ekonomi yang besar apabila tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar.
“Selama ini talas segar umumnya dijual sekitar Rp 7.000 per kilogram. Jika diolah menjadi tepung, nilai jualnya bisa meningkat menjadi sekitar Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per kilogram,” ujarnya.
Ia menilai, peningkatan nilai tambah melalui proses pengolahan menjadi kunci agar petani memperoleh keuntungan yang lebih besar sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
Berangkat dari potensi tersebut, mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 melakukan serangkaian uji coba pengolahan Talas Pratama 2 menjadi tepung. Proses eksperimen berhasil menghasilkan tepung dengan kualitas yang baik dan kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan brownies talas.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Talas Pratama 2 memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan hanya dipasarkan sebagai hasil panen segar.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan kepada ibu-ibu PKK Desa Banyuwangi pada Selasa (4/8/2026) di GOR Desa Banyuwangi. Kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk transfer pengetahuan agar masyarakat mampu mengolah komoditas lokal menjadi produk yang memiliki daya saing.
Pelatihan dibagi ke dalam tiga sesi utama.
Sesi pertama membahas perencanaan bisnis, meliputi penyusunan ide usaha, penentuan target konsumen, strategi pemasaran, hingga perencanaan modal usaha.
Pada sesi kedua, penanggung jawab program kerja, Rifqi Dhiaulhaq, menjelaskan secara langsung tahapan pembuatan tepung Talas Pratama 2. Proses dimulai dari mengupas talas hingga lapisan merah atau merah muda benar-benar hilang, kemudian dipotong, dicuci bersih, dan diparut menjadi serutan.
Selanjutnya, serutan talas dijemur selama satu hingga dua hari hingga benar-benar kering. Setelah itu, bahan digiling menggunakan chopper dan diayak menggunakan saringan khusus sehingga menghasilkan tepung yang halus dan siap digunakan sebagai bahan baku berbagai produk olahan pangan.
Sesi terakhir diisi dengan materi perhitungan usaha sederhana yang membahas cara menghitung biaya produksi, kebutuhan modal, penentuan harga jual, hingga estimasi keuntungan. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam memulai usaha pengolahan tepung talas secara berkelanjutan.
Program hilirisasi Talas Pratama 2 ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya Tujuan 8 tentang pertumbuhan ekonomi desa yang merata melalui peningkatan nilai tambah komoditas pertanian, Tujuan 9 mengenai inovasi dan infrastruktur desa melalui pengembangan produk olahan, serta Tujuan 17 tentang kemitraan untuk pembangunan desa melalui kolaborasi antara pemerintah desa, mahasiswa KKN, dan kelompok PKK.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 berharap Talas Pratama 2 tidak lagi dipandang sebagai komoditas yang hanya dijual setelah panen. Sebaliknya, talas diharapkan mampu menjadi bahan baku berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi yang dapat menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi Desa Banyuwangi.(Mad)
Nama Penulis: Rasyad Nu’Man
Profil Penulis: Mahasiswa KKN GIAT 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) Desa Banyuwangi














