JAKARTA, SobatPangan.id – Di balik berbagai program swasembada pangan yang kini dijalankan pemerintah, terdapat kisah perjuangan panjang Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Berasal dari keluarga sederhana di sebuah desa di Sulawesi Selatan, Amran berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.
Kisah inspiratif tersebut disampaikan Amran di kutip saat menerima penghargaan dalam Dies Natalis ke-49 Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Dalam kesempatan itu, ia mengenang masa kecilnya yang penuh keterbatasan ekonomi.
“Saya lahir dari keluarga miskin, dibesarkan dalam keterbatasan,” ujar Amran sebagaimana dikutip dari laman Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Kementerian Pertanian, 11 Maret 2025.
Amran menceritakan dirinya tumbuh dalam keluarga besar dengan 12 bersaudara. Ayahnya merupakan seorang anggota TNI dengan penghasilan yang terbatas. Namun, pesan sang ibu agar terus belajar dan bekerja keras menjadi penyemangat yang membentuk perjalanan hidupnya hingga saat ini.
Perjalanan tersebut mengantarkan Amran menjadi penyuluh pertanian lapangan sebelum terjun sebagai pengusaha dan akhirnya dipercaya menjabat Menteri Pertanian Republik Indonesia. Pengalaman yang dimulai dari akar rumput membuatnya memahami secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi petani di Indonesia.
Mentan Amran juga dikenal sebagai akademisi dan inovator. Ia tercatat sebagai dosen tetap Universitas Hasanuddin, penulis 33 buku, serta memiliki sejumlah hak paten di bidang pertanian, termasuk inovasi pengendalian hama yang telah dimanfaatkan di berbagai negara. di kutip dari keterangan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian yang dirilis pada 9 Januari 2026
Tak hanya berkiprah di dunia akademik, Amran juga berhasil membangun berbagai usaha yang menyerap ribuan tenaga kerja. Rekam jejak tersebut menjadi modal penting ketika ia dipercaya memimpin sektor pertanian nasional.
Dalam berbagai kesempatan, Amran menegaskan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Ia mengajak generasi muda untuk mengubah pola pikir, bekerja kreatif, dan berani menghadapi kegagalan demi mencapai cita-cita yang lebih besar. Hal tersebut di kutip disampaikannya dalam kuliah umum yang digelar Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada Agustus 2025.
Kini, di bawah kepemimpinannya, Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi pangan nasional melalui modernisasi pertanian, pemanfaatan teknologi, serta penguatan ketahanan pangan. Sejumlah perguruan tinggi bahkan menyatakan dukungan terhadap berbagai inovasi pertanian yang dikembangkan Kementerian Pertanian untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Kisah hidup Andi Amran Sulaiman menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan keberanian menghadapi tantangan dapat mengubah nasib seseorang. Dari seorang anak desa yang hidup dalam keterbatasan, ia kini menjadi salah satu tokoh penting yang berperan dalam upaya mewujudkan swasembada pangan Indonesia. (Mad)















