Sobat Pangan
Kirim Opini
  • Beranda
  • Berita
    • Nasional
    • Daerah
    • Kebijakan
  • Pangan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Perikanan
    • Holtikultura
    • Harga Pangan
  • Inovasi
    • Teknologi
    • Smart Farming
    • Riset
  • Edukasi
    • Budidaya
    • Gizi
    • Tips
  • Inspirasi
    • Kisah Sukses
    • Motivasi
    • Sosok
  • Opini
    • Editorial
    • Kolom
    • Analisis
    • Resensi
No Result
View All Result
Sobat Pangan
  • Beranda
  • Berita
    • Nasional
    • Daerah
    • Kebijakan
  • Pangan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Perikanan
    • Holtikultura
    • Harga Pangan
  • Inovasi
    • Teknologi
    • Smart Farming
    • Riset
  • Edukasi
    • Budidaya
    • Gizi
    • Tips
  • Inspirasi
    • Kisah Sukses
    • Motivasi
    • Sosok
  • Opini
    • Editorial
    • Kolom
    • Analisis
    • Resensi
No Result
View All Result
Sobat Pangan
Kirim Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Pangan
  • Edukasi
  • Inovasi
  • Inspirasi
  • Opini
Home Inspirasi Kisah Sukses

Biografi Gus Imin, Menko Pemberdayaan Masyarakat, Dari Santri hingga Penggerak Kemandirian Pangan

sobatpangan.id by sobatpangan.id
Minggu, 16 Agustus 2026
1.2k
VIEWS
Bagikan di FacebookBagikan di WhatsApp

Jakarta, SobatPangan.id — Abdul Muhaimin Iskandar atau yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Imin dan Cak Imin merupakan salah satu tokoh politik nasional yang perjalanan hidupnya tumbuh dari lingkungan pesantren, dunia aktivisme mahasiswa hingga pemerintahan.

Lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 24 September 1966, Muhaimin Iskandar dibesarkan dalam lingkungan keluarga pesantren. Sebelum melanjutkan pendidikan tinggi, ia pernah menjadi staf pengajar di Pondok Pesantren Denanyar, Jombang.

Latar belakang pesantren tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan intelektual dan sosialnya. Identitas sebagai santri juga terus melekat dalam perjalanan Muhaimin, termasuk ketika ia memasuki dunia organisasi, politik dan pemerintahan.

Dari Pesantren ke Dunia Aktivisme

Setelah menyelesaikan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri I Yogyakarta, Muhaimin melanjutkan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada.

Di lingkungan kampus, dunia aktivisme menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan kemudian dipercaya memimpin organisasi tersebut di tingkat nasional.

Baca Juga

Biografi Anthoni Salim ,Perjalanan Pengusaha Besar Indonesia, dari Krisis 1998 hingga Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia

Profil Zulkifli Hasan, Dari Anak Petani hingga Menko Pangan

Muhaimin tercatat menjadi Ketua Umum Pengurus Besar PMII periode 1994–1997. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pijakan sebelum dirinya memasuki dunia politik nasional.

Ketertarikannya terhadap kehidupan masyarakat juga terlihat dari tema skripsinya di UGM yang membahas masyarakat santri. Ia menulis skripsi berjudul “Perilaku Kapitalis Masyarakat Santri: Telaah Sosiologi tentang Etos Kerja Masyarakat Desa di Jawa Timur.”

Tema tersebut memperlihatkan perhatian Muhaimin terhadap hubungan antara masyarakat, ekonomi, pembangunan dan kehidupan sosial pedesaan.

Gus Imin dan Nilai-Nilai Pesantren

Kedekatan dengan dunia pesantren terus dibawa Muhaimin dalam perjalanan politik dan pemerintahannya.

Dalam peringatan Hari Santri Nasional 2024 di Pondok Pesantren Mahasina Darul Quran Wal Hadits, Kota Bekasi, Gus Imin menekankan pentingnya nilai yang diperoleh dari lingkungan pesantren.

Dikutip dari ANTARA, Muhaimin mengatakan para santri patut bersyukur karena mendapatkan pendidikan yang memberikan nilai luhur kehidupan.

“Para santri saat ini harus bersyukur karena dilahirkan atau dididik di lingkungan pesantren yang banyak memberikan nilai luhur kehidupan,” ujar Gus Imin.

Dalam berita ANTARA tersebut, Muhaimin juga menyampaikan bahwa alumni pesantren perlu terus berkontribusi membantu pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa pesantren bagi Gus Imin bukan hanya ruang pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran sosial dalam kehidupan masyarakat.

Dari Santri ke Menko Pemberdayaan Masyarakat

Perjalanan panjang tersebut kemudian membawanya ke pemerintahan. Gus Imin kini dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Posisi tersebut menempatkannya pada agenda besar penguatan masyarakat, termasuk pemberdayaan desa, pengembangan ekonomi masyarakat, koperasi, pesantren dan berbagai potensi ekonomi lokal.

Di kutip pemberitaan SINDOnews, Gus Imin menyebut pesantren sebagai salah satu penopang utama pemberdayaan masyarakat.

Dikutip dari SINDOnews, Gus Imin mengatakan salah satu tugas pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat adalah mendorong agar pesantren berdaya di berbagai bidang. Pesantren dinilai memiliki peran sebagai pusat pendidikan, pembentukan karakter serta pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

Gagasan tersebut memperlihatkan adanya hubungan antara latar belakang Gus Imin sebagai santri dengan tugasnya dalam pemerintahan.

Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Pangan

Pemberdayaan masyarakat memiliki hubungan erat dengan agenda ketahanan pangan nasional.

Ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai jumlah produksi beras. Di balik sistem pangan terdapat petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, koperasi, desa, industri pengolahan hingga generasi muda.

Karena itu, masyarakat yang berdaya menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kemandirian pangan.

Pandangan tersebut terlihat dari perhatian Gus Imin terhadap keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.

Dikutip dari ANTARA, pada kegiatan Agrotech’s Fair 2026 di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Gus Imin mendorong mahasiswa untuk serius menggarap sektor pertanian. Ia juga mendorong penguatan inovasi dan teknologi pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Hal tersebut menunjukkan bahwa agenda pangan tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan produksi, tetapi juga berkaitan dengan teknologi, inovasi dan regenerasi pelaku sektor pertanian.

Petani Harus Menjadi Bagian dari Kemandirian Pangan

Pandangan Gus Imin mengenai keterlibatan masyarakat dalam pangan sebenarnya telah disampaikan sebelum dirinya menjadi Menko Pemberdayaan Masyarakat.

Dikutip dari pemberitaan PKB, pada 2023 Gus Imin menekankan bahwa kemandirian pangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan pendapatan petani.

Menurutnya, petani harus dilibatkan karena peningkatan produksi pangan juga harus memberikan dampak terhadap kesejahteraan mereka. Ia menyebut upaya mencapai kemandirian pangan perlu melibatkan petani, keluarga petani, pemerintah, investasi dan berbagai unsur masyarakat.

Gagasan tersebut menjadi penting ketika ketahanan pangan Indonesia dihadapkan pada tantangan regenerasi petani, perubahan teknologi, akses pasar dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Dengan demikian, membangun ketahanan pangan juga berarti membangun kekuatan ekonomi masyarakat yang berada di dalam rantai pangan.

Koperasi Desa dan Rantai Ekonomi Pangan

Penguatan ekonomi desa juga menjadi bagian penting dalam konsep pemberdayaan masyarakat.

Koperasi desa dapat menjadi penghubung antara masyarakat sebagai produsen dengan pasar. Melalui kelembagaan ekonomi yang kuat, petani dan pelaku usaha desa diharapkan memiliki akses yang lebih baik terhadap distribusi, pembiayaan dan pemasaran.

Dalam konteks pangan, koperasi dapat membantu memperkuat rantai ekonomi mulai dari produksi, pengolahan hingga distribusi kepada konsumen.

Pendekatan tersebut sejalan dengan gagasan pemberdayaan bahwa masyarakat tidak cukup hanya menjadi penerima bantuan. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengelola potensi ekonomi secara mandiri.

Warisan Aktivisme dan Tantangan Pemerintahan

Perjalanan Gus Imin dari pesantren, aktivis mahasiswa, Ketua Umum PB PMII, politisi hingga menjadi Menko Pemberdayaan Masyarakat menunjukkan perjalanan panjang dalam ruang pengabdian publik.

Ruang perjuangannya memang berubah. Jika dahulu ia bergerak melalui organisasi mahasiswa, kini tanggung jawabnya berada di pemerintahan dengan cakupan agenda yang lebih luas.

Namun, terdapat benang merah yang tetap terlihat, yakni pemberdayaan masyarakat.

Latar belakang pesantren membuat persoalan masyarakat desa dan kehidupan sosial bukan sesuatu yang asing baginya. Pengalaman sebagai aktivis dan politisi kemudian menjadi modal dalam membawa berbagai persoalan masyarakat ke ruang kebijakan publik.

Dalam konteks ketahanan pangan, tantangannya adalah bagaimana masyarakat desa tidak hanya menjadi objek program pemerintah, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan.

Petani harus semakin berdaya. Desa harus memiliki kekuatan ekonomi. Generasi muda perlu melihat pertanian sebagai sektor masa depan. Pesantren juga dapat mengambil bagian melalui pendidikan, kewirausahaan, teknologi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Gus Imin dan Jalan Panjang Kemandirian Pangan

Biografi Gus Imin pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang perjalanan seorang santri menjadi pejabat negara.

Di dalamnya terdapat perjalanan gagasan: dari pesantren, dunia mahasiswa, PMII, politik hingga pemberdayaan masyarakat.

Ketika ketahanan pangan menjadi salah satu agenda strategis Indonesia, perjalanan tersebut menemukan relevansinya.

Sebab, ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui sawah, gudang, irigasi dan peningkatan produksi. Ketahanan pangan juga dibangun melalui manusia yang berdaya, desa yang kuat, petani yang sejahtera, koperasi yang hidup serta generasi muda yang bersedia melanjutkan sektor pangan.

Dalam kerangka tersebut, pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu fondasi menuju kemandirian pangan.

Dari seorang santri yang tumbuh di lingkungan pesantren Jombang, perjalanan Gus Imin kini berlanjut di tingkat nasional. Tantangannya adalah bagaimana masyarakat tidak sekadar menjadi penerima pembangunan, tetapi menjadi kekuatan utama yang menggerakkan pembangunan Indonesia. (Mad)

Tags: Menko PM Gus Imin
ShareSend
sobatpangan.id

sobatpangan.id

Redaksi Sobat Pangan adalah tim editorial yang menyajikan berita, analisis, dan informasi terpercaya seputar pangan, pertanian, peternakan, perikanan, serta inovasi untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan Indonesia. Berkomitmen pada jurnalisme yang akurat, independen, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga

Biografi Anthoni Salim ,Perjalanan Pengusaha Besar Indonesia, dari Krisis 1998 hingga Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia
Kisah Sukses

Biografi Anthoni Salim ,Perjalanan Pengusaha Besar Indonesia, dari Krisis 1998 hingga Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia

by sobatpangan.id
Kamis, 10 September 2026
0

Jakarta, SobatPangan.id— Nama Anthoni Salim tidak dapat dilepaskan dari perjalanan dunia usaha Indonesia. Di balik sejumlah produk yang akrab dengan...

Read more
Profil Zulkifli Hasan, Dari Anak Petani hingga Menko Pangan

Profil Zulkifli Hasan, Dari Anak Petani hingga Menko Pangan

Selasa, 18 Agustus 2026
Dari Kampung ke Kabinet, Jejak Sukses Mentan Amran Sulaiman

Dari Kampung ke Kabinet, Jejak Sukses Mentan Amran Sulaiman

Kamis, 30 Juli 2026
Load More
Next Post
Mensesneg, Persiapan HUT ke-81 RI Capai 99 Persen

Mensesneg, Persiapan HUT ke-81 RI Capai 99 Persen

Postingan Terbaru

Biografi Anthoni Salim ,Perjalanan Pengusaha Besar Indonesia, dari Krisis 1998 hingga Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia

Biografi Anthoni Salim ,Perjalanan Pengusaha Besar Indonesia, dari Krisis 1998 hingga Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia

Kamis, 10 September 2026
Teknologi Pertanian, Harapan Baru Ketahanan Pangan Indonesia di Tengah Perubahan

Teknologi Pertanian, Harapan Baru Ketahanan Pangan Indonesia di Tengah Perubahan

Rabu, 9 September 2026
Minta Jangan Sederhanakan Konflik Agraria, Gerbang Gerbang Tani Kecam Istilah ‘Aksi Sepihak’ Nusron Wahid

Minta Jangan Sederhanakan Konflik Agraria, Gerbang Gerbang Tani Kecam Istilah ‘Aksi Sepihak’ Nusron Wahid

Selasa, 8 September 2026
Kemarau Panjang Menguji Ketahanan Pangan, Ini Solusi yang Perlu Diperkuat

Kemarau Panjang Menguji Ketahanan Pangan, Ini Solusi yang Perlu Diperkuat

Rabu, 9 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
KKN UNNES Olah Talas Pratama 2 Jadi Tepung Bernilai Ekonomi Tinggi

KKN UNNES Olah Talas Pratama 2 Jadi Tepung Bernilai Ekonomi Tinggi

Sabtu, 15 Agustus 2026
Modernisasi Peternakan Peluang Besar di Indonesia

Modernisasi Peternakan Peluang Besar di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026
Nelayan Indonesia Menuju Lumbung Perikanan Dunia

Nelayan Indonesia Menuju Lumbung Perikanan Dunia

Kamis, 30 Juli 2026
Dari Kampung ke Kabinet, Jejak Sukses Mentan Amran Sulaiman

Dari Kampung ke Kabinet, Jejak Sukses Mentan Amran Sulaiman

Kamis, 30 Juli 2026
Modernisasi Peternakan Peluang Besar di Indonesia

Modernisasi Peternakan Peluang Besar di Indonesia

0
Petani Indonesia Sebagai Pengusaha Pangan Modern Menuju Indonesia Emas 2045

Petani Indonesia Sebagai Pengusaha Pangan Modern Menuju Indonesia Emas 2045

0
Nelayan Indonesia Menuju Lumbung Perikanan Dunia

Nelayan Indonesia Menuju Lumbung Perikanan Dunia

0
Sudaryono Pimpin BGN, Pemerintah Kejar Percepatan Program MBG

Sudaryono Pimpin BGN, Pemerintah Kejar Percepatan Program MBG

0
Biografi Anthoni Salim ,Perjalanan Pengusaha Besar Indonesia, dari Krisis 1998 hingga Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia

Biografi Anthoni Salim ,Perjalanan Pengusaha Besar Indonesia, dari Krisis 1998 hingga Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia

Kamis, 10 September 2026
Teknologi Pertanian, Harapan Baru Ketahanan Pangan Indonesia di Tengah Perubahan

Teknologi Pertanian, Harapan Baru Ketahanan Pangan Indonesia di Tengah Perubahan

Rabu, 9 September 2026
Minta Jangan Sederhanakan Konflik Agraria, Gerbang Gerbang Tani Kecam Istilah ‘Aksi Sepihak’ Nusron Wahid

Minta Jangan Sederhanakan Konflik Agraria, Gerbang Gerbang Tani Kecam Istilah ‘Aksi Sepihak’ Nusron Wahid

Selasa, 8 September 2026
Kemarau Panjang Menguji Ketahanan Pangan, Ini Solusi yang Perlu Diperkuat

Kemarau Panjang Menguji Ketahanan Pangan, Ini Solusi yang Perlu Diperkuat

Rabu, 9 September 2026
Facebook Twitter Instagram TikTok
Sobat Pangan

SobatPangan.id adalah portal berita pangan Indonesia yang menyajikan informasi aktual, edukasi, inovasi, dan kebijakan untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Redaksi SobatPangan.id

Alamat : Perum Kalibata Timur, Pancoran,Kota Jakarta Selatan 12740 .

Email : RedaksiSobatpangan@gmail.com

Sitemap

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Opini/Tulisan
  • Redaksi
  • Tentang SobatPangan.id

Kanal Popular

  • Analisis
  • Berita
  • Daerah
  • Edukasi
  • Gizi
  • Inovasi
  • Kisah Sukses
  • Kolom
  • Nasional
  • Perikanan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Smart Farming
  • Teknologi
  • Tips

© 2026 SOBATPANGAN.ID All Rights Reserved.
Developed by LangsungKlik.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Nasional
    • Daerah
    • Kebijakan
  • Pangan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Perikanan
    • Holtikultura
    • Harga Pangan
  • Inovasi
    • Teknologi
    • Smart Farming
    • Riset
  • Edukasi
    • Budidaya
    • Gizi
    • Tips
  • Inspirasi
    • Kisah Sukses
    • Motivasi
    • Sosok
  • Opini
    • Editorial
    • Kolom
    • Analisis
    • Resensi

© 2026 SOBATPANGAN.ID All Rights Reserved.
Developed by LangsungKlik.id