Jakarta, SobatPangan.id — Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, merupakan salah satu tokoh politik nasional yang kini dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan. Di posisi tersebut, ia memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional. Profil resmi Kementerian Koordinator Bidang Pangan mencatat Zulkifli Hasan sebagai Menko Pangan Republik Indonesia.
Zulkifli Hasan lahir di Lampung, 17 Mei 1962. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Hasan dan Zaenab yang berlatar belakang petani. Latar belakang keluarga tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup Zulhas sebelum kemudian terjun ke dunia usaha, organisasi, hingga politik nasional.
Berdasarkan riwayat hidup yang dipublikasikan MPR RI, Zulhas menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 53 Jakarta pada 1982. Ia kemudian menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Jakarta dan meraih gelar pada 1996. Pendidikan selanjutnya ditempuh di Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta, tempat ia memperoleh gelar Magister Manajemen pada 2003.
Sebelum aktif di politik, Zulkifli Hasan pernah menjadi pegawai negeri sipil dan kemudian memilih menekuni dunia usaha. Dalam perjalanan tersebut, ia terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi, termasuk organisasi keagamaan, buruh, tani, nelayan, kepemudaan, kewirausahaan, dan organisasi kebangsaan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Zulhas sebelum memasuki panggung politik nasional.
Meniti Karier Politik
Karier politik Zulkifli Hasan berkembang ketika ia terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2004–2009. Dalam perjalanan politiknya di Partai Amanat Nasional (PAN), ia juga pernah dipercaya menjadi Ketua Fraksi PAN di DPR serta Sekretaris Jenderal PAN.
Pengalaman di legislatif kemudian membawanya masuk ke pemerintahan. Pada 2009–2014, Zulkifli Hasan dipercaya menjadi Menteri Kehutanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Setelah itu, ia menduduki posisi penting sebagai Ketua MPR RI periode 2014–2019. MPR RI mencatat Zulkifli Hasan sebagai Ketua MPR pada periode tersebut.
Zulhas kembali masuk pemerintahan sebagai Menteri Perdagangan sebelum akhirnya dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Pangan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Mengawal Agenda Pangan Nasional
Sebagai Menko Pangan, Zulkifli Hasan kini berhadapan dengan berbagai persoalan strategis, mulai dari produksi pertanian, distribusi pangan, pupuk, harga kebutuhan pokok, hingga peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku sektor pangan.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyebut arah kebijakan kementerian diarahkan untuk mendukung visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden, Asta Cita, serta sasaran pembangunan dalam RPJMN 2024–2029.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian utama Zulhas adalah swasembada pangan. Dalam siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada 2 Mei 2026, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dikutip dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Zulhas menjelaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa yang bekerja di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Sebelumnya, dalam siaran pers Kemenko Pangan pada 18 Desember 2024, Zulhas juga menekankan pentingnya percepatan pencapaian swasembada pangan. Ia menyebut swasembada pangan sebagai salah satu langkah penting menghadapi tantangan global dan potensi krisis pangan.
Dengan latar belakang sebagai anak dari keluarga petani, pengalaman di dunia usaha, organisasi, legislatif, serta pemerintahan, Zulkifli Hasan kini membawa pengalaman panjang tersebut ke dalam tugasnya sebagai Menko Pangan.
Tantangan yang dihadapinya bukan hanya bagaimana meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memastikan hasil produksi dapat memberikan manfaat bagi petani, peternak, nelayan, dan masyarakat luas.
Di tengah agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, sosok Zulkifli Hasan kini berada di salah satu posisi strategis yang menentukan arah koordinasi kebijakan pangan Indonesia. Swasembada pangan, penguatan produksi dalam negeri, kesejahteraan petani, serta ketahanan pangan menjadi pekerjaan besar yang harus dikawal dalam menjalankan amanah sebagai Menko Pangan. (Mad)














