Sobat Pangan
Kirim Opini
  • Beranda
  • Berita
    • Nasional
    • Daerah
    • Kebijakan
  • Pangan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Perikanan
    • Holtikultura
    • Harga Pangan
  • Inovasi
    • Teknologi
    • Smart Farming
    • Riset
  • Edukasi
    • Budidaya
    • Gizi
    • Tips
  • Inspirasi
    • Kisah Sukses
    • Motivasi
    • Sosok
  • Opini
    • Editorial
    • Kolom
    • Analisis
    • Resensi
No Result
View All Result
Sobat Pangan
  • Beranda
  • Berita
    • Nasional
    • Daerah
    • Kebijakan
  • Pangan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Perikanan
    • Holtikultura
    • Harga Pangan
  • Inovasi
    • Teknologi
    • Smart Farming
    • Riset
  • Edukasi
    • Budidaya
    • Gizi
    • Tips
  • Inspirasi
    • Kisah Sukses
    • Motivasi
    • Sosok
  • Opini
    • Editorial
    • Kolom
    • Analisis
    • Resensi
No Result
View All Result
Sobat Pangan
Kirim Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Pangan
  • Edukasi
  • Inovasi
  • Inspirasi
  • Opini
Home Berita Nasional

Menteri Trenggono, Mangrove Jadi Penopang Perikanan dan Ketahanan Pangan Nasional

sobatpangan.id by sobatpangan.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
Menteri Trenggono pada puncak acara Peringatan Hari Mangrove Sedunia di Denpasar, Bali pada Minggu (26/7/2026).Doc KKP.go.id

Menteri Trenggono pada puncak acara Peringatan Hari Mangrove Sedunia di Denpasar, Bali pada Minggu (26/7/2026).Doc KKP.go.id

1.2k
VIEWS
Bagikan di FacebookBagikan di WhatsApp

Jakarta, SobatPangan.id – Rehabilitasi mangrove dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemerintah menilai upaya pemulihan ekosistem pesisir tidak cukup hanya melalui penanaman pohon, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh agar fungsi ekologis mangrove benar-benar kembali.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, Indonesia memiliki tanggung jawab besar menjaga kawasan mangrove karena menjadi salah satu penyangga utama produktivitas perikanan nasional. Menurutnya, kerusakan mangrove yang terus terjadi dapat berdampak langsung terhadap menurunnya populasi biota laut dan hasil tangkapan nelayan.

“Rehabilitasi mangrove tidak boleh berhenti pada kegiatan penanaman semata, tetapi harus dilakukan berbasis kesesuaian ekologis agar fungsi ekosistem benar-benar pulih,” ujar Menteri KKP Trenggono saat Puncak Peringatan Hari Mangrove Sedunia di Denpasar, Bali, di kutip dari KKP.go.id Minggu (26/7/2026).

Ia menjelaskan, keberhasilan rehabilitasi mangrove hanya dapat dicapai melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat pesisir. Pendekatan tersebut dinilai penting agar konservasi mangrove tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan Indonesia kehilangan sekitar 40 persen kawasan mangrove dalam tiga dekade terakhir, dengan tingkat kerusakan mencapai sekitar 52 ribu hektare setiap tahun. Selain itu, sekitar 19,26 persen kawasan mangrove nasional saat ini berada dalam kondisi kritis sehingga membutuhkan upaya rehabilitasi secara berkelanjutan.

Baca Juga

Minta Jangan Sederhanakan Konflik Agraria, Gerbang Gerbang Tani Kecam Istilah ‘Aksi Sepihak’ Nusron Wahid

Kirab Bendera Merah Putih Meriahkan HUT ke-81 RI

Padahal, mangrove memiliki fungsi yang sangat penting sebagai pelindung pantai dari abrasi, tempat pembesaran berbagai jenis ikan, udang, dan kepiting, penyerap karbon biru (blue carbon), sekaligus penyangga utama produktivitas sektor perikanan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kawasan mangrove yang sehat mampu meningkatkan stok ikan dan mendukung mata pencaharian masyarakat pesisir.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri KKP Trenggono menegaskan bahwa kebijakan Ekonomi Biru (Blue Economy) yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan menempatkan konservasi mangrove sebagai bagian penting dari pembangunan sektor kelautan yang berkelanjutan.

Menurut dia, KKP menargetkan perluasan kawasan konservasi laut hingga 97,5 juta hektare pada 2045. Kawasan tersebut meliputi ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang yang menjadi fondasi keberlanjutan sumber daya ikan Indonesia.

Selain memperluas kawasan konservasi, pemerintah juga mengintegrasikan rehabilitasi mangrove dengan program revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa. Program tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan pesisir, tetapi juga meningkatkan produksi perikanan budidaya, membuka lapangan pekerjaan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kebutuhan pangan dan protein dunia akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Dalam konteks ini Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen perikanan utama dunia dengan potensi sumber daya kelautan yang sangat besar, termasuk sekitar 23 persen ekosistem mangrove dunia,” kata Menteri Trenggono.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga terus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dalam menjaga ekosistem pesisir. Pada peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026, Kementerian Lingkungan Hidup bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan aksi penanaman lebih dari satu juta bibit mangrove di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari gerakan nasional pemulihan pesisir.

Rehabilitasi mangrove tidak hanya berdampak pada pemulihan lingkungan, tetapi mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat pesisir melalui pengembangan ekowisata, budidaya perikanan, hingga produk olahan berbasis mangrove. Pendekatan tersebut dinilai menjadi contoh bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan luas mangrove yang mencapai sekitar 23 persen dari total mangrove dunia, Indonesia memiliki peluang besar menjadikan ekosistem pesisir sebagai fondasi pembangunan ekonomi biru sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perikanan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional di masa mendatang. (Mad)

Tags: Menteri KKP TrenggonoPerikanan
ShareSend
sobatpangan.id

sobatpangan.id

Redaksi Sobat Pangan adalah tim editorial yang menyajikan berita, analisis, dan informasi terpercaya seputar pangan, pertanian, peternakan, perikanan, serta inovasi untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan Indonesia. Berkomitmen pada jurnalisme yang akurat, independen, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga

Minta Jangan Sederhanakan Konflik Agraria, Gerbang Gerbang Tani Kecam Istilah ‘Aksi Sepihak’ Nusron Wahid
Berita

Minta Jangan Sederhanakan Konflik Agraria, Gerbang Gerbang Tani Kecam Istilah ‘Aksi Sepihak’ Nusron Wahid

by sobatpangan.id
Selasa, 8 September 2026
0

JAKARTA, SobatPangan.ID — Gerakan Kebangkitan Tani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) mengecam pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan...

Read more
Kirab Bendera Merah Putih Meriahkan HUT ke-81 RI

Kirab Bendera Merah Putih Meriahkan HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026
Mensesneg, Persiapan HUT ke-81 RI Capai 99 Persen

Mensesneg, Persiapan HUT ke-81 RI Capai 99 Persen

Senin, 17 Agustus 2026
Presiden Prabowo Kekayaan Indonesia Harus Jadi Kekuatan

Presiden Prabowo Kekayaan Indonesia Harus Jadi Kekuatan

Jumat, 14 Agustus 2026
Presiden Prabowo Dorong Pembiayaan Proyek Strategis Indonesia

Presiden Prabowo Dorong Pembiayaan Proyek Strategis Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026
Presiden Prabowo Terima Wamen Perang AS, Perkuat Kemitraan

Presiden Prabowo Terima Wamen Perang AS, Perkuat Kemitraan

Kamis, 13 Agustus 2026
Load More
Next Post
Doa Lintas Agama Jadi Simbol Persatuan di HUT Ke-81 RI

Doa Lintas Agama Jadi Simbol Persatuan di HUT Ke-81 RI

Postingan Terbaru

Biografi Anthoni Salim ,Perjalanan Pengusaha Besar Indonesia, dari Krisis 1998 hingga Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia

Biografi Anthoni Salim ,Perjalanan Pengusaha Besar Indonesia, dari Krisis 1998 hingga Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia

Kamis, 10 September 2026
Teknologi Pertanian, Harapan Baru Ketahanan Pangan Indonesia di Tengah Perubahan

Teknologi Pertanian, Harapan Baru Ketahanan Pangan Indonesia di Tengah Perubahan

Rabu, 9 September 2026
Minta Jangan Sederhanakan Konflik Agraria, Gerbang Gerbang Tani Kecam Istilah ‘Aksi Sepihak’ Nusron Wahid

Minta Jangan Sederhanakan Konflik Agraria, Gerbang Gerbang Tani Kecam Istilah ‘Aksi Sepihak’ Nusron Wahid

Selasa, 8 September 2026
Kemarau Panjang Menguji Ketahanan Pangan, Ini Solusi yang Perlu Diperkuat

Kemarau Panjang Menguji Ketahanan Pangan, Ini Solusi yang Perlu Diperkuat

Rabu, 9 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
KKN UNNES Olah Talas Pratama 2 Jadi Tepung Bernilai Ekonomi Tinggi

KKN UNNES Olah Talas Pratama 2 Jadi Tepung Bernilai Ekonomi Tinggi

Sabtu, 15 Agustus 2026
Modernisasi Peternakan Peluang Besar di Indonesia

Modernisasi Peternakan Peluang Besar di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026
Nelayan Indonesia Menuju Lumbung Perikanan Dunia

Nelayan Indonesia Menuju Lumbung Perikanan Dunia

Kamis, 30 Juli 2026
Dari Kampung ke Kabinet, Jejak Sukses Mentan Amran Sulaiman

Dari Kampung ke Kabinet, Jejak Sukses Mentan Amran Sulaiman

Kamis, 30 Juli 2026
Modernisasi Peternakan Peluang Besar di Indonesia

Modernisasi Peternakan Peluang Besar di Indonesia

0
Petani Indonesia Sebagai Pengusaha Pangan Modern Menuju Indonesia Emas 2045

Petani Indonesia Sebagai Pengusaha Pangan Modern Menuju Indonesia Emas 2045

0
Nelayan Indonesia Menuju Lumbung Perikanan Dunia

Nelayan Indonesia Menuju Lumbung Perikanan Dunia

0
Sudaryono Pimpin BGN, Pemerintah Kejar Percepatan Program MBG

Sudaryono Pimpin BGN, Pemerintah Kejar Percepatan Program MBG

0
Biografi Anthoni Salim ,Perjalanan Pengusaha Besar Indonesia, dari Krisis 1998 hingga Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia

Biografi Anthoni Salim ,Perjalanan Pengusaha Besar Indonesia, dari Krisis 1998 hingga Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia

Kamis, 10 September 2026
Teknologi Pertanian, Harapan Baru Ketahanan Pangan Indonesia di Tengah Perubahan

Teknologi Pertanian, Harapan Baru Ketahanan Pangan Indonesia di Tengah Perubahan

Rabu, 9 September 2026
Minta Jangan Sederhanakan Konflik Agraria, Gerbang Gerbang Tani Kecam Istilah ‘Aksi Sepihak’ Nusron Wahid

Minta Jangan Sederhanakan Konflik Agraria, Gerbang Gerbang Tani Kecam Istilah ‘Aksi Sepihak’ Nusron Wahid

Selasa, 8 September 2026
Kemarau Panjang Menguji Ketahanan Pangan, Ini Solusi yang Perlu Diperkuat

Kemarau Panjang Menguji Ketahanan Pangan, Ini Solusi yang Perlu Diperkuat

Rabu, 9 September 2026
Facebook Twitter Instagram TikTok
Sobat Pangan

SobatPangan.id adalah portal berita pangan Indonesia yang menyajikan informasi aktual, edukasi, inovasi, dan kebijakan untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Redaksi SobatPangan.id

Alamat : Perum Kalibata Timur, Pancoran,Kota Jakarta Selatan 12740 .

Email : RedaksiSobatpangan@gmail.com

Sitemap

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Opini/Tulisan
  • Redaksi
  • Tentang SobatPangan.id

Kanal Popular

  • Analisis
  • Berita
  • Daerah
  • Edukasi
  • Gizi
  • Inovasi
  • Kisah Sukses
  • Kolom
  • Nasional
  • Perikanan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Smart Farming
  • Teknologi
  • Tips

© 2026 SOBATPANGAN.ID All Rights Reserved.
Developed by LangsungKlik.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Nasional
    • Daerah
    • Kebijakan
  • Pangan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Perikanan
    • Holtikultura
    • Harga Pangan
  • Inovasi
    • Teknologi
    • Smart Farming
    • Riset
  • Edukasi
    • Budidaya
    • Gizi
    • Tips
  • Inspirasi
    • Kisah Sukses
    • Motivasi
    • Sosok
  • Opini
    • Editorial
    • Kolom
    • Analisis
    • Resensi

© 2026 SOBATPANGAN.ID All Rights Reserved.
Developed by LangsungKlik.id